Dilema Kampus Institut Teknologi Bandung di Tahun Politik

Tulisan ini dipersembahkan untuk semua yang akhirnya tergugah kepeduliaannya, baik mulai dari kampus ganesha hingga Indonesia.

Kamis kemarin tepatnya 17 April 2014, ITB menjadi sorotan publik nasional, atau entah sudah sampai internasional.

 

Pasalnya, kampus ITB kamis kemarin kehadiran tamu yaitu gubernur DKI Jakarta Ir.Joko Widodo. Niat awalnya adalh untuk mengisi kuliah umum di Aula Timur, namun beberapa hari sebelumnya kabar tersebut sudah membuat heboh beberapa mahasiswa kampus ITB.

Loh kok heboh, kenapa?

Karena, seperti yang kita tahu kondisi politik di negeri ini sedang #seru pisan, dan Jokowi adalah salah satu calon presiden RI,

 

Seperti yang kita tahu kampus sebagai institusi harus bersih dari keberpihakan politik praktis,

 

lalu sikap apa yang harus diambil? kenapa harus bersikap? ini alasan KM-ITB bersikap?

  1. Jokowi telah mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden RI 2014.
  2. Pengumuman mengenai Studium Generale, tidak dilakukan seperti biasanya. Setiap pengumuman kuliah SG, selalu diumumkan siapa pengisi SG dan apa topiknya. Kali ini, SG hanya diberitahukan bahwa akan diisi oleh Gubernur DKI Jakarta, tanpa diberi tahu apa temanya.
  3. Kehadiran Jokowi di ITB adalah inisiatif dari Jokowi. ITB telah mengundang pihak Pemprov DKI Jakarta sejak November 2013, namun Pemprov DKI terus tidak menyanggupi. Tiba-tiba, atas perintah Gubernur DKI Jakarta, di bulan April ini, diadakan kunjungan ke ITB.
  4. Kunjungan yang dimaksud adalah penandatangana MoU mengenai kerjasama ITB dan Pemprov DKI Jakarta.
  5. Penandatanganan MoU, bisa dilakukan tanpa harus mengadakan Studium Generale.

 

Ketika, pilhan sikap itu diam, maka media bisa memberitakan “Mahasiswa ITB menyambut hangat kehadiran Jokowi”

oleh karena itu KM-ITB mengambil sikap dan meneggaskan bahwa

 

KM-ITB menolak segala bentuk politisasi kampus ini, dan KM-ITB menyatakan tidak mendukung calon presiden manapun dalam Pemilu RI 2014.

Kejadian yang terjadi di lapangan, sesuai rencana bahwa aksi dimulai dari sunken dengan long march dan berakhir di gerbang depan dengan aksi teatrikal, namun itu tidak berjalan sesuai rencana, karena di lapangan yang begitu dinamis, yaitu adanya aksi penghadangan iringan mobil pihak rektorat dan Jokowi, dan sempat terjadi bentrok antara mahasiswa dan pihak keamanan ITB, hal ini memang sulit untuk dihindari karena kondisi saat itu memang“panas. Namun akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Pak Jokowi dan Pak Akhmaloka (Rektor ITB) bisa masuk dalam kampus.

Akhirnya Pak Jokowi bisa hadir ke dalam Aula Timur ITB, dan menyapa peserta yang sudah hadir. namun Jokowi hanya sebentar hadir di dalam kampus ITB, beliau memilih untuk pamit, dengan alasan menghindari polemik terjadi. keputusan tersebut memang mengundang reaksi dari peserta yang hadir, ada yang kecewa ada pula yang menilai itu keputusan yang paling bijak di ambil oleh Pak Jokowi. Kemudian pak Jokowi meninggalkan kampus ITB.

Kemudian dari kabinet KM-ITB, yaitu presiden KM-ITB M.Jeffry Giranza menegaskan kembali sikap keluarga mahasiswa ITB terkait kondisi tersebut.

Dan disitu pula press rilis kepada media, untuk menegaskan sikap KM-ITB terkait kejadian tersebut. akhirnya juga massa yang hadir bisa buabar dengan baik dan tenang.

Kawan, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan.

Pertama, kampus ITB menemukan gairahnya kembali untuk negeri ini, yg mungkin dahulu dianggap diam, hanya sibuk dengan bangku kuliah ternyata tidak, semua orang berpendapat, semua orang mulai dari yang turun langsung ke lapangan hingga yang sekedar menyimak di timeline social media, arus informasi begitu cepat membuat setiap orang bisa memberikan pendapatnya.

 

Kawan, saya mengajak bahwa ini adalah hikmah buat kita semua, bahwa kita masih peduli dengan nasib negeri ini, yang mengecam aksi terjadi sebenarnya peduli dengan yang turun aksi ke lapangan, yang turun langsung ke lapangan untuk aksi juga peduli ingin bersikap dengan cara tersebut. Peristiwa ini menjadi momentum kebangkitan awal kemahasiswaan di kampus ini, karena pada akhirnya saya melihat semua orang bersikap, semua orang berpendapat dan ini menjadi parameter bahwa setiap orang peduli dengan apa yang terjadi kemarin.

 

Dan dari sikap yang diambil oleh KM-ITB saya ingin mengingatkan kembali, memang sejatinya sikap itu selalu menuai pro kontra, lebih baik bersikap ketimbang diam, lebih baik bergerak ketimbang tidak berbuat apa-apa.

Kritik itu memang kadang pahit, namun lebih sakit lagi jika kita diam untuk menyampaikan kebenaran.

 

beberapa pertanyaan masih menggelitik saya hingga hari ini.

  • Kenapa Jokowi bisa hadir setelah beberapa kali berhalangan? ketika sebelumnya masih belum menjadi capres dan kini menjadi capres.
  • Rektorat mengundang jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, apakah tidak ada kekhawatiran dari pihak rektorat jika hanya mengundang seorang Jokowi, sementara posisinya Jokowi juga sebagai salah satu capres?
  • Apa kabar rektorat hari ini? sementara pihak KM-ITB sudah merilis klarifikasi. sementara rektorat belum merilis klarifikasi apapun.

Jujur saya lebih menyesalkan karena kehadiran Jokowi seorang, bisa membuat kita seluruh elemen kampus ini terpecah belah.

Saya berharap ada keterbukaan dari semua pihak. terutama saya berharap ketrbukaan dari pihak Rektorat selaku yang mengudang.

Ini menjadi pembelajaran buat kita semua, dan ini harus dilanjutkan menjadi diskusi lagi di dunia nyata bukan hanya dunia maya.

 

 

Salam hangat.

Cerita di Jalan Sunyi

Rochenry

Aeronotika dan Astronotika ITB 2010

 

 

One response to “Dilema Kampus Institut Teknologi Bandung di Tahun Politik

  1. IMHO sikap mahasiswa ITB udah bener..
    Nah tapi publik menantikan konsistens sikapnya di acara leadership fest-nya ITB yang juga ada (bakal) capresnya. Gimana ya kira-kira?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s