hahahani:

Resensi :

Bapakku, sopir angkot yang tak bisa mengingat tanggal lahirnya. Dia hanya mengecap pendidikan sampai kelas 2 SMP. Sementara ibuku, tidak bisa menyelesaikan sekolahnya di SD. Dia cermin kesederhanaan yang sempurna. Empat saudara perempuanku adalah empat pilar kokoh. Di tengah kesulitan, kami hanya bisa bermain dengan buku pelajaran dan mencari tambahan uang dengan berjualan pada saat bulan puasa, mengecat boneka kayu di wirausaha kecil dekat rumah, atau membantu tetangga berdagang di pasar sayur. Pendidikanlah yang kemudian membentangkan jalan keluar dari penderitaan. Cinta keluargalah yang akhirnya menyelematkan semuanya”

Ini kisah tentang seorang pemuda anak sopir angkot yang berasal kota Malang, kota yang biasa disebut kota Apel, yang tidak hanya bisa menjejakan kaki nya, tapi juga bisa menjadi Direktur Perusahaan Multi Nasiona,l di kota New York, The Big Apple..

“Ini masa SMA ku…

Aku kebetulan berada di kelompok yang “baik-baik” dan juga berprestasi. Grup ini juga mewakili grup anak anak dari orang tua mampu, aku satu satunya yang hanya anak supir angkot yang ada dalam grup ini. Aku sering merasa “kecil” dan ingin menyendiri, tapi aku harus terus berlayar, aku tak bisa diam menyendiri. Di persahabatan inilah aku mendapat banyak inspirasi. Aku termotivasi dan ingin seperti mereka.

Di tengah teman-temanku ini, aku melihat rumah berlantai keramik, halaman yang luas, sepeda motor, mobil, video player, piano, atau tumpukan buku cerita. Aku begitu mengerti kemampuan

orangtuaku dan harus bekerja, sekarang. aku menerima tawaran untuk memberikan les privat. Aku mempunyai 1 murid SD dan 1 murid SMP yang berasal dari keluarga pengusaha kaya di kota Malang. Kamar-kamar dirumahnya begitu besar, mungkin lebih besar dari kesuluruhan luas rumahku.

Aku memberikan les privat di sore hari setelah membersihkan rumah dan mengerjakan PR. Aku meninggalkan acara belajar kelompok atau bermain bersama teman teman sebaya di sekitar rumah. Ketika musim ujian tiba, seringkali aku harus tinggal sampai malam bersama muridku. Sementara aku juga harus mempersiapkan ujian untuk diriku. Aku terus berlayar, terus berlayar, aku tidak bisa hanya diam menunggu keajaiban.

Ketika Les, aku tak hanya memberikan pelajaran pada murid-muridku, aku juga memberi motivasi belajar kepada mereka, menjadi teman dan mendengarkan cerita cerita mereka. Kesibukan memberi Les privat ini tidak menurunkan prestasiku di SMA. Dengan kerja keras uku berhasil lolos mendapatkan PMDK di Institut Pertanian Bogor jurusan Statistika”

Kisah diatas hanya satu dari begitu banyak kisah perjuangan pemuda ini untuk berhasil menjadi Direktur di salah satu Perusahaan Multi Nasional di kota New York, Amerika.

Tidak ada dramatisasi berlebihan, dan yang lebih penting sebagian besar kisah ini adalah nyata, senyata kalian yang sedang membaca tulisan ini..

Novel karya Iwan Setyawan ini meraih National Best Seller dan buku fiksi terbaik jakarta book award 2011 IKAPI DKI Jakarta.


Ayo ikuti ‘BEDAH BUKUnya hanya di Islamic Student Fair’

tanggal 20 Mei 2012 15.30-18.00 @salman itb

HTM : Rp. 10.000

cp : 085721397529



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s