Antara Engkau, Aku dan Hujan

Hujan telah runtuh sayang, seakan memberi rindu melalui rintik merayu yang tak pernah bisa aku hindarkan, ia adalah air-air yang mengisi sungai, yang membawa tubuh ini, kemana harus mengalir, kemana harus berakhir.

Rindu hujan ini, tak pernah kemana, tak pernah kesiapa, hanya pada tanah berintik-rintik bertubi-tubi bertuju-tuju dalam satu.

Aku pungut rindu ini dari curahan air yang jatuh dari langit, untuk ia bunuh sepi aku dan luka aku. Pilihlah ia dan pahamilah ia, untuk nanti sebuah ruang hati.

Tuhan, jangan Engkau ambil cinta ini, ketika ia Engkau berikan akan sebuah rindu musim .

Bisik-bisik cinta, ketika bayangan dalam angan memudar dalam hujan “Akulah cintamu” 

Sebuah rahasia akan “hujan” seperti mencinta, ia memendam banyak pesan dan ia memendam makna dalam misterinya.

Engkau adalah hujan saat ini, aku adalah awan yang tadi dan cinta ini adalah pelangi abadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s